Friday, May 19, 2017

Jangan Terlena Di zona Nyaman

"Banyak orang terlena berada di zona nyaman. Padahal, bisa jadi zona nyaman itu sebenernya tidak nyaman, tetapi dinyaman-nyamankan"

Sebaliknya, zona tidak nyaman itu sebenernya nyaman. Tergantung sudut pandangnya.

    orang merasa betah berada dizona nyaman karena kebutuhannya sudah terpenuhi, sehingga enggan melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas diri dan hidupnya menjadi lebih baik lagi. Dia tidak mau mengambil resiko berpindah kezona lain. Padahal, semua dalam kehidupan ini memiliki resiko.Menyebrang jalan saja ada resikonya.

    Jadi, yang tepat itu bukan menjauhi risiko, tetapi mengelola risiko  agar berubah rezeki. Risiko dan rezeki itu'kan berdekatan. Risiko dalam bahasa inggris disebut risk. Risk itu berdekatan dengan rizq dalam bahasa arab. Rizq itu artinya rezeki. jelas sekali, didalam risiko itu ada rezeki.

    Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan untuk memulai usaha. bisa saja membuka usaha sambil tetap bekerja. tinggal  buat sistemnya agar bisa berjalan meski anda tinggal bekerja. Usaha pecel ayam misalnya. Anda bisa merekrut karyawan untuk mejalankan usaha. Anda jelaskan dan melatih karyawan anda tentang mekanisme usaha pecel ayam. Beres'kan?!

    Contoh lain, Anda membuka usaha penerbitan buku, anda bisa bekerja sama dengan distributor untuk penjualannya. sementara, proses produksi buku meliputi penulisan naskah, lay out, desain cover,editing, bisa dilakukan sambil bekerja atau anda juga bisa mengorderkan pada orang lain. anda tinggal mengontrol saja. Bisa jalan'kan?!

No comments:

Post a Comment